Jumlah Pengunjung

 Fot0 bulan ini


ShoutMix chat widget
Your Ad Here

Site ini berisi artikel-artikel, puisi dan koleksi foto George Hormat tentang Problem-prolem ekonomi, politik, sosial dan budaya di Indonesia dan Nusa Tenggara Timur pada khususnya.

 Artikel Terbaru  

Mencari Akar Krisis Finansial


Ketika Lehman bangkrut, diikuti tumbangnya raksasa institusi keuangan di AS dan menyeret pula raksasa-raksasa lain di negeri-negeri kapitalis utama, dan akhirnya juga industri manufaktur di berbagai belahan dunia, banyak pihak mencoba menemukan sebab dari bencana ini. Para pemimpin ekonomi dunia, CEO raksasa-raksasa bisnis, profesor-profesor ilmu ekonomi, dan lembaga-lembaga riset mengutip dan mengajukan berbagai teori. Banyak yang mempersalahkan ketamakan dan keburukan kinerja para CEO bisnis besar, terutama yang bergerak di bidang keuangan, longgarnya kontrol dan regulasi otoritas keuangan atas transaksi di pasar finansial, kecurangan dan praktik menerima sogok pada kantor-kantor auditor, akuntan dan para analis pasar, dan berbagai alasan lain.

...Baca selengkapnya

GEMPA BESAR MELANDA EKONOMI DUNIA

 

Kebangkrutan Lehman Brothers, bank investasi terbesar keempat di AS layak disebut sebagai berita terbesar sepanjang 2008. Peristiwa itu mengejutkan sangat banyak kalangan: bankir, eksportir, pengamat ekonomi, pemerintah, hingga masyarakat awam di seluruh dunia. Para pelaku dan pengamat ekonomi AS tidak pernah menyangka krisis kredit macet sektor perumahan (subprime mortage) yang sudah tampak beberapa tahun sebelumnya, akan sedemikian gawat sehingga mampu memukul KO bank investasi sebesar Lehman Brothers. Lebih terkejut lagi kalangan yang tidak menaruh perhatian serius pada perkembangan ekonomi AS. Kebangkrutan Lehman seperti petir di siang bolong tanpa awan.

Krisis di Indonesia:

Memperburuk Dampak Kebijakan Neoliberal


Sebelum krisis menjalar masuk, perekonomian Indonesia sudah berada dalam kondisi buruk. Liberalisasi ekonomi yang diterapkan pemerintah SBY-JK mengakibatkan deindustrialisasi, atau kehancuran industri nasional. Liberalisasi di sektor perdagangan dan industri membawa bangsa ini sebagai spesialis eksportir bahan mentah, dan membiarkan nilai tambah dari industri pengolahan jatuh ke negara lain. Ketika Indonesia menjadi penghasil minyak sawit mentah (CPO) terbesar dunia, gas terbesar di dunia, dan rotan terbesar di dunia, pabrik pupuk justru berhenti berproduksi karena kekurangan pasokan gas, pengusaha kerajinan mengeluhkan kelangkaan rotan, dan industri dalam negeri yang berbahan baku CPO justru kelelahan berburu CPO ke pasar internasional.

 

   News  

  
  







 

 
Make a Free Website with Yola.